Sabar Nababan, Seorang Dosen Elektro Yang Mengaku Sebagai Tuhan

.

Nama Sabar Nababan mencuat setelah mengunggah soal agama baru di Facebook-nya. Ia mengaku sebagai tuhan dan melahirkan Agama Angkasa Nauli (AAN).

Baru-baru ini diketahui bahwa Sabar diduga menderita skizofrenia. Salah satu mahasiswa Sabar, Edi Wiranata, mengatakan bahwa informasi tersebut diketahui dari teman anak Sabar.

Pada Republika.co.id, ia menceritakan bagaimana keseharian Sabar saat mengajar di kampus. Menurut mahasiswa semester akhir ini, Sabar masih aktif mengajar hingga Senin (20/3).

Meski pemberitaan soal dirinya ramai di kampus, ia tampak tidak terganggu. "Teman-teman di kampus melihat Pak Sabar kelihatan biasa-biasa saja," kata dia, kemarin.

Pemberitaan soal skizofrenia yang dideritanya juga dinilai telah meredam banyak komentar kasar yang sebelumnya ramai. Dosen-dosen lain berterima kasih karena mahasiswa aktif mengklarifikasi.

Hingga saat ini tidak ada komentar resmi dari kampus Universitas Mataram soal Sabar. Mengingat statusnya sebagai dosen cukup membuat banyak orang lain penasaran. Edi mengatakan, Sabar adalah dosen yang baik. 

Hingga saat ini pun ia masih aktif mengajar. Sabar mengajar mata kuliah kalkulus 1 dan 2. Sabar juga mengajar Edi dan mahasiswa Elektro lain pada semester pendek untuk mata kuliah Rangkaian Listrik 2. 

"Dulu ia mengajar dengan baik, sering ada candaan di kelas, sering memberi bonus nilai sama mahasiswa," kata Edi yang mantan sekretaris BEM Fakultas Teknik Universitas Mataram ini. Namun, setelah mengaku jadi tuhan ia jadi agak pendiam di kelas.

Menurut dia, gelagat sakit memang sudah ada sejak dahulu. Sabar pernah menjalani pendidikan S3 ke Thailand. Namun, ia dipulangkan karena kurang sehat. "Sering kerasukan gitu, menurut cerita dari dosen," kata Edi.

Sabar diketahui pernah sekolah S3 dua kali namun tidak pernah selesai karena sering kambuh. Sabar juga pernah bercerita pada dosen lain kalau ia mendapat semacam bisikan gaib kalau ia ditunjuk menjadi tuhan. 

Namun, tidak ada yang menanggapi karena para dosen tahu ia sedikit sakit. Dokter yang pernah  mendiagnosisnya merekomendasikan agar ia dibebankan mengajar mata kuliah yang sesuai dengan bidang keahliannya saja.

Sumber: Republika

Subscribe to receive free email updates: