Djarot dan Ahok Optimis Bisa Meraih Suara Diatas 90 Persen

.
Berbagai strategi baru dibuat tim pemenangan Ahok-Djarot untuk memenangi pasangan tersebut pada putaran kedua Pilgub DKI 2017. Hal tersebutlah yang membuat calon wakil gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat merasa yakin bila pasangan Ahok-Djarot akan meraih suara di atas 90 persen pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua.

Seperti diketahui, sebelumnya pasangan Ahok-Djarot begitu giat mendekatkan diri pada masyarakat, khususnya mereka yang berada di Jakarta. Salah satu cara yang dilakukannya ialah dengan memanfaatkan media sosial. Ahok terlebih dahulu mengadakan program “Ahok Show” yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan interaktif yang berasal dari penonton yang merupakan anak-anak muda. Disusul dengan mengadakan program blusukan online, pasangan Ahok-Djarot ingin mereka mendapat masukkan langsung dari warga untuk ide baru membangun Jakarta.

Calon Gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan sempat memberi sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa, kemenangannya sebesar 90 persen di 480 TPS adalah hal yang lucu. Menanggapi hal tersebut, Djarot mengaku
santai. Djarot tetap meyakini, ia dan Ahok akan menang mutlak di 2.000 TPS pada putaran kedua.

"Kami sudah memetakan betul, kemarin kan diklaim, di 480 (TPS), suaranya Basuki-Djarot di atas 90 persen kan lucu. Nah, kami sudah mendata, itu ada lebih dari 2.000 TPS yang suaranya (Basuki-Djarot) bisa di atas 90 persen," ucap Djarot.

Sekjen Golkar, Idrus Marham menyatakan hal senada dengan yang disampaikan oleh Djarot. Idrus mengatakan, Golkar telah mengecek pemetaan pemilih Ahok-Djarot di beberapa wilayah Jakarta. Golkar sudah terjun ke 13 ribu TPS untuk memastikan kemenangan Ahok-Djarot.

"Dari TPS, 13.023 itu semua jalan sudah kita kuasai. Kita sudah komunikasi dengan rakyat, kita sudah menjelaskan bagaimana kalau kita ingin memajukan DKI Jakarta, kita berangkat dari konsep program, kita berangkat dari program untuk semua kepentingan rakyat kepentingan umat. Kita sudah tahu, semuanya kita peta, sudah lakukan komunikasi,"
papar Idrus.

Pengamat Politik dari Indopolling Network, Wempy Hadir mengatakan, jika merujuk pada tingkat kepuasan warga DKI Jakarta terhadap kinerja Ahok-Djarot yang berada di angka 70 persen lebih, maka seharusnya Ahok-Djarot menang di putaran kedua. Dirinya juga menilai strategi kampanye lawan politik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih berkutat
pada kampanye dengan menggunakan sentimen primordial.

Hal ini, kata Wempy, terlihat dari bertebarannya spanduk-spanduk yang berisikan sentimen primordial dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta.

"Ini tentu mendindikasikan bahwa memang tidak ada cara lain untuk mengalahkan Ahok-Djarot selain mengangkat sentimen primordial pemilih Jakarta yang merupakan mayoritas muslim," ucap Wempy.

Namun, Wempy mengingatkan bahwa tidak semudah itu untuk mempengaruhi pilihan rakyat Jakarta. Pasalnya, rakyat Jakarta sudah melihat dan merasakan sendiri aksi nyata yang dibuat oleh petahana.

Sumber: Liputan6

Subscribe to receive free email updates: